Tarian Pala Pandum Tampil di Ajang Festival Karya Tari Jawa Timur 2019

atmojo, 26 Jun 2019,

KEDIRI-Patut mendapat apresiasi yang luar biasa, Pemerintah Kota Kediri melalui Disbudparpora Kota Kediri ikut andil dalam Festival Karya Tari (FKT) Jawa Timur.

Ajang kompetisi FKT ini yang digelar 1 Mei 2019 hingga 3 Mei 2019 bertempat di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur Jalan Gentengkali 85, Surabaya.

Ajang bergengsi agenda tahunan ini yang digelar diikuti penata tari yang berkompetisi dalam ajang Festival Karya Tari. Sebanyak 31 Kota dan Kabupaten seluruh Jawa Timur.

Untuk Kota Kediri, diwakili oleh Yolanda Putri Probosekar dari Sanggar Guntur Kediri yang menciptakan sendiri Tarian Pala Pandum yang ditampilkan memukau di Ajang Kompetisi Festival Karya Tari 2019.

Menurut Nur Muhyar Kepala Disbudparpora Kota Kediri mengatakan, dalam ajang Festival Karya Tari 2019 ini Kota Kediri menampilkan Karya Tari yang berjudul Pala Pandum, yang memiliki arti dan berasal dari kata "Pala" yang memiliki arti pakoleh perolehan atau berkah.

"Sedangkan, makna kata "Pandum" adalah bagean atau berbagi. Sehingga, Pala Pandum dapat diartikan sebagai Berbagi Berkah dengan perwujudan rasa syukur," terang Nur Muhyar kepada media ini. 

Nur Muhyar menegaskan, bahwa Tari Pala Pandum ini menceritakan perwujudan rasa syukur masyarakat Kota Kediri dengan cara berbagi berkah yang dibagikan, yaitu berupa hasil bumi.

Dengan harapan masyarakat Kediri tetap berjuang untuk mewujudkan tugas dan kewajiban sebagai umat serta wujud syukur masyarakat kota Kediri atas riski yang diberkan oleh Tuhan melalui bumi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

"Dengan begitu proses kehidupan tidak lepas dari rasa saling memberi, larung sesaji memberi esensi kehidupan bahwa hidup saling menghidupi," beber Nur Muhyar.

Ia menuturkan bahwa Urip iku urup artinya hidup itu bermanfaat. Tarian ini dari unsur koreografinya mengarah pada gaya bedaya dan dipadu padankan pada konfigurasi pola gerak yang dinamis.

"Penampilan Tarian Pala Pandum terlihat penonton sangat terkagum dan sorak sorai penonton menambah semaraknya suasana," pungkasnya. 

Setelah melewati 3 hari penampilan dan kreatifitas pelaku seni mendapatkan penilaian dari ke 4 Dewan Pengamat Festival Karya Tari se-Jawa Timur.

Berdasar Berita Acara Nomor : 431/30900/118.2/2019 tentang Keputusan Dewan Pengamat Festival Karya Tari Se-Jawa Timur.

Hasil keputusan 4 Dewan Pengamat. Diantarannya : 1.Dr. Siti Nurchaerani, S.Sn, M.Sn selaku Ketua. 2.Dr.Deasylina da Ary, M.Sn. selaku anggota. 3.Bambang Sukmo Pribadi selaku anggota. 4.Aris Setiawan, M.Sn. selaku anggota.

Hasil para pemenang non rangking pada Festival Karya Tari Jawa Timur 2019 adalah sebagai berikut :

10 Penyaji Unggulan Tanpa Jenjang.

Yakni : Kabupaten Tulungagung (Igel Kleog), Magetan (Pangrucat), Lamongan (Kiprah Balun), Nganjuk (Timplong), Ponorogo (Bale Batur), Tuban (Amoi), Sumenep (Tande), Kabupaten Mojokerto (Aringgit), Sidoarjo (Sekar Ketingan) dan Kabupaten Banyuwangi (Kumoro Cindhe).

3 Penata Busana Terbaik Tanpa Jenjang. Yakni : Kabupaten Lamongan /Kiprah Balun, Kabupaten Ponorogo /Bale Batur dan Kabupaten Mojokerto /Aringgit. (prijo) 

FB
WA Telegram
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu