Sebagai Komisaris CV. Alafan Mandiri, Camat Simeuleu, Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Sebesar Rp.260 Juta Lebih

WARTAACEH.CO.ID: SIMEULUE - Camat Alafan kabupaten simeulue Ranudin asani, SE diserahkan ke kejaksaan tinggi banda aceh terkait tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana pembangunan kantor camat simeulue barat. selasa (14/11/2017)

Kapolres simeulue AKBP Ayi Satria yudha melalui kasat reskrim Iptu irwansyah mengatakan tersangka dibawa ke banda aceh untuk pelimpahan tahap kedua, itu dilakukan penyidik setelah berkas tersangka dinyatakan lengkap oleh JPU kejaksaan Negeri sinabang  pada tanggal 30 0ktober 2017.

“tersangka beserta berkas perkara dan barang bukti surat yang kita sita akan kita serahkan ke kejaksaan tinggi banda aceh. Kata irwansyah

Seperti diketahui dugaan korupsi oleh camat alafan itu terjadi pada pembangunan kantor camat simeulue barat tahun anggaran 2010-2012, pembangunan itu didanai dari DAU/APBK sebesar Rp 469 juta lebih, karena pembangunan tidak sesuai, ada yang tidak dikerjakan sehingga merugikan daerah Rp. 261 juta.

Pembangunan kantor camat simeulue barat dikerjakan oleh CV. Alafan Mandiri, pada perusahaan itu camat alafan ranudin sebagai komisaris sedangkan direktur berinsial YS (48) yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka karena telah menarik uang 100 persen sementara pekerjaan belum selesai.

Sebelumnya Pembangunan kantor camat simeulue barat dimulai pada tahun 2007 dengan nilai kontrak Rp. 1.049.133.624 yang bersumber dari dana DAK tahun 2007 yang dilaksanakan oleh CV. Alam Dunia Lestari, nomor kontrak : 64/PPSPA/2007, tanggal 30 maret 2007 dengan direktur a/n SHAIHANUDDIN pada pelaksanaannya tersebut dikerjakan dengan bobot progress dan realisasi keuangan sejumlah 80% dari nilai kontrak.

Selanjutnya pembangunan kantor camat simeulue barat dilanjutkan pada tahun 2010 dengan nilai kontrak Rp. 197.500.000 yang bersumber dari dana APBK tahun 2010 yang dilaksanakan oleh CV. ALAFAN MANDIRI, nomor kontrak : 050/658/2010 tanggal 2 oktober 2010 dengan direktur a/n EG. YARENG SUSNO dan didalam pelaksanaanya realisasi keuangan yang telah dibayarkan oleh pengguna anggaran (PA) sebesar 100 persen namun pelaksanaan pekerjaan tidak selesai dikerjakan sesuai dengan kontrak dan realisasi keuangan.

pada tahun 2012 pembangunan kantor camat siemulue barat dilanjutkan dengan nilai kontrak Rp. 272.158.000 yang bersumber dari dana DAU/APBK tahun 2012 yang dilaksanakan oleh CV. ALAFAN MANDIRI nomor kontrak 138/344/1/2012 tanggal 15 agustus 2012 dengan direktur a/n EG. YARENG SUSNO dan didalam pelaksanaannya realisasi keuangan yang telah dibayarkan oleh pengguna anggaran sebesar 100 persen namun pelaksanaanya pekerjaan tidak selesai dikerjakan sesuai dengan kontrak dan realisasi keuangan.

Selanjutnya tenaga ahli dari dinas pekerjaan umum kabupaten simeulue atas permintaan penyidik polres simeulue untuk melakukan perhitungan progress fisik dan opname dilapangan pekerjaan pembangunan kantor camat simeulue barat tahun anggaran 2010 dan tahun anggaran 2012 selanjutnya ditemukan beberapa item pekerjaan yang kurang, tidak dikerjakan dengan total nilai sebesar Rp. 261.077.124,49 sehingga berpotensi dapat merugikan keuangan Negara sebesar 261.077.124,49. (fauzan)